Masyarakat Indonesia yang menyaksikan final leg pertama sepak bola piala
AFF 2010, Indonesia versus Malaysia, pastilah tidak pernah membayangkan
tim kesayangannya akan kalah telak 3-0. Kekalahan ini terasa sangat
menyesakkan dan mengejutkan, terlebih tim Malaysia pernah dikalahkan 5-1
oleh tim Indonesia pada penyisihan grup.
-
Mengacu pada pertandingan tersebut, terdapat sejumlah faktor yang
mempengaruhi kekalahan Indonesia atas Malaysia. Secara garis besar
terdapat 5 faktor penyebab kekalahan Indonesia atas Malaysia,
diantaranya :
-
1. Hilangnya Konsentrasi Dalam Permainan
Dalam laga final leg I, Indonesia sebenarnya bermain baik di babak
pertama hingga awal babak kedua. Hanya saja, permainan sempat terhenti
sejenak akibat tembakan laser yang dilakukan oleh penonton Malaysia pada
kiper Markus. Insiden laser dan penundaan pertandingan sesaat pada
babak kedua, adalah pemicu hilangnya konsentrasi pemain Indonesia pada
pertandingan tersebut.
Setelah permainan dilanjutkan, pemain belakang Indonesia seolah
kehilangan kontrol dan melakukan kesalahan-kesalahan yang tidak perlu
yang berujung pada terciptanya gol kemenangan tim lawan.
-
2.Kurang Disiplinnya Pemain Bertahan
Terlepas dari teror laser penonton lawan, tidak dapat dipungkiri bahwa
lemahnya disiplin pemain belakang adalah penyebab kekalahan tim
Indonesia atas Malaysia. Sebagai contoh, gol pertama yang diciptakan
pemain Malaysia terjadi karena seorang bek Indonesia gagal membuang bola
yang berada dalam penguasaannya. Akibatnya, penyerang Malaysia bisa
merebut dan membuat peluang untuk menghasilkan gol.
Hal yang sama juga terjadi pada gol kedua dan ketiga, yang kesemuanya
terjadi akibat ketidaksigapan pemain belakang Indonesia dalam mengatasi
pergerakan pemain lawan.
-
3. Lemahnya tekanan terhadap pemain lawan
Lemahnya tekanan terhadap pemain lawan adalah faktor lain yang
mempengaruhi, kegagalan Indonesia. Gelandang-gelandang Indonesia
terlihat canggung dan kurang berani menekan lawan, terutama di babak
kedua. Akibatnya, gelandang dan pemain depan tim Malaysia dengan mudah
mengobrak-abrik pertahanan Indonesia untuk menciptakan gol.
Adanya kemungkinan akumulasi kartu kuning bagi sejumlah pemain, adalah
faktor yang agaknya memicu pemain-pemain Indonesia kurang lepas dan
berhati-hati dalam menekan lawan. Hal ini dimanfaatkan dengan baik oleh
tim Malaysia yang lebih berani beradu fisik dan dalam beberapa
kesempatan tampak berusaha memprovokasi pemain Indonesia.
-
4. Lemahnya akurasi umpan-umpan lambung
Dalam laga final leg I, tampak sekali pemain gelandang maupun sayap tim
Indonesia kurang mampu memberikan umpan crossing yang membahayakan
pertahanan lawan.
Sejumlah peluang yang dihasilkan melalui pergerakan pemain sayap harus
berakhir sia-sia, akibat lemahnya umpan lambung yang diberikan kepada
pemain depan. Begitu pula, dalam beberapa kesempatan, umpan-umpan
terobosan mendatar ataupun jauh dari pemain gelandang kerap kali tidak
menemui sasaran, sehingga sulit dijangkau rekan setim atau harus
berakhir keluar lapangan.
-
5. Tumpulnya pemain depan
Duet striker yang diturunkan dalam final leg I, Cristian Gonzales dan
Yongky Ariwibowo, terlihat kesulitan dalam menembus pertahanan Malaysia.
Meskipun sempat membahayakan tim lawan dengan mencetak gol, yang
akhirnya dianulir, tampak sekali bahwa Gonzales kurang leluasa bergerak
akibat pressure ketat yang diberikan pemain Malaysia.
Disamping itu tandem Christian, Yongki, juga kurang mampu memberikan
kontribusi yang maksimal seperti yang ditunjukkannya pada semifinal
kedua melawan Philipina.
Masuknya Irfan Bachdim di babak kedua, membuat sedikit perubahan dalam
sektor penyerangan, terbukti dengan banyaknya pelanggaran pemain lawan
atas dirinya, yang membuahkan tendangan bebas.
Meskipun demikian, pergantian penyerang di babak kedua tidak membuahkan
hasil yang cukup signifikan dan secara keseluruhan barisan depan tim
Indonesia tidak mampu mengulangi performa memikat seperti halnya di
babak-babak sebelumnya
para suporter mempunyai peran yang sangat besar dalam kemajuan timnas indonesia di liga piala aff tahun 2010 ini .
sedangkan pssi juga mempunyai peran penting dalam memjukan persepakbolaan timnas indonesia , tapi kali ini pssi kurang begitu mempengaruhi kinerja para pemain , justru malah membuat kisruh para suporter dengan sulitnya akses untuk menonton laga para jagoan mereka berlaga di liga AFF .
banyak kekecewaan dengan sistem penjualan tiket yang sangat tidak bagus sehingga banyak masyarakat yang mengeluhkan hal ini ke media masa bahkan dengan merusak sarana yang ada di lapangan gelora bung karno .
jadi dihimbau untuk para pengurus pssi dan ketua pssi diharapkan memperbaiki kinerja dalam kerja mereka sehingga masyarakat lebih terbantu .